Tembakau Untuk Kemakmuran Indonesia

Petani memanen tembakau di kawasan Margoagung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta, Senin (2/11). Petani mengaku saat ini harga tembakau turun dibanding panen sebelumnya dari Rp 170.000 menjadi Rp 150.000 per kg menyusul permintaan dari perusahaan rokok yang berbanding terbalik dengan melimpahnya hasil panen. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/pd/15.

Belum Ada Perlindungan Payung Hukum Terhadap Petani Tembakau

in News by

Kretek.co – Momentum Gebyar Tanam Tembakau 2016 dimanfaatkan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) untuk menyerukan Petisi Sindoro.

Petisi dibacakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTI H Parmuji di hadapan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan ribuan petani tembakau di Desa Mranggel Kulon, Kecamatan Bansari, Temanggung, Selasa (3/5).

Parmuji mengatakan, Petisi Sindoro dilatarbelakangi terancamnya kehidupan 2,3 juta petani tembakau di Indonesia. Petani terjepit situasi sulit karena murahnya harga tembakau dan rendahnya daya serap pabrik rokok.

“Celakanya belum ada payung hukum jelas terhadap perlindungan petani. Diperparah dengan berbagai pelarangan yang eksesif dan tidak rasional, serta longgarnya impor,” katanya.

Petisi berisi tuntutan agar segara disahkannya Rancangan Undang-Undangan Pertembakauan, dan alokasi dana bagi hasil cukai tembakau agar diprioritaskan untuk kesejahteraan petani.

APTI juga menuntut agar pemerintah mengendalikan impor dan mengutamakan tembakau lokal. Terakhir, pembentukan dewan tembakau sesuai amanat UU No 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan yang telah direvisi UU No 50 tahun 2014.

Petisi tersebut diserahkan kepada Ganjar Pranowo untuk disampaikan kepada Presiden Jokowi. “Kami berharap Pak Gubernur memperjuangkan nasib kami ke presiden,” tegas Parmuji.

Menanggapi itu, Ganjar mengaku tak lama lagi akan menghadap DPR RI. Ia juga mengajak Gubernur Jatim dan Nusa Tenggara Barat yang merupakan tiga daerah sentra tembakau di Indonesia.

“Secara informal sudah saya sampaikan ke teman-teman DPR. Maka persoalan tembakau akan dibahas resmi tiga gubernur di Senayan,” kata Ganjar.

Gebyar Tanam Tembakau disaksikan 5.500 warga dan tamu undangan. Hadir juga Bupati Temanggung Bambang Sukarno, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Parmuji, Ketua APTI Jateng Nurtantyo Wisnu Broto, dan perwakilan APTI dari seluruh Indonesia.

Tanam tembakau yang dikemas dalam Ritual Among Tebal diwarnai berbagai atraksi kesenian. Sebelum penanaman didahului arak-arakan hasil bumi dari desa menuju kebun tembakau.

Sumber: Suara Merdeka

Latest from News

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com