Tembakau Untuk Kemakmuran Indonesia

Petani memetik bunga tembakau sebagai salah satu bentuk perawatan di kawasan Margoagung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta, Senin (2/11). Petani mengaku saat ini harga tembakau turun dibanding panen sebelumnya dari Rp 170.000 menjadi Rp 150.000 per kg menyusul permintaan dari perusahaan rokok yang berbanding terbalik dengan melimpahnya hasil panen. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/pd/15.

Petani Semangat Tanam Tembakau Meski Tahun Lalu Rugi

in News by

Kretek.co.  –   Meski tahun 2015 harga turun, menaman tembakau tetap menjadi primadona. Ratusan hektar lahan pertanian milik masyarakat sentra penanaman tembakau seperti, Kecamatan Gemuh, Ringinarum, Pegandon dan Ngampel, masih digunakan sebagai lahan penangkaran penyemaian bibit tembakau.

Selain untuk kebutuhan tanam sendiri, penyemaian bibit tembakau juga dijual kepada para petani dan pedagang. Ada berbagai bibit tembakau yang disemaikan seperti, jenis srumpung, BAT dan mantili. Ketiga jenis tembakau itu, harga per seribu ikat bibitnya antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.

Salah seorang petani Kecamatan Gemuh, Entin (46), mengaku tidak kapok untuk kembali menanam tembakau. Kendati tahun lalu harganya jatuh, namun ia tetap optimis dengan hasil musim tanam tembakau pada tahun ini. Baginya, rugi tidaknya dari menaman tembakau itu sudah merupakan sebuah resiko bagi petani.

“Tahun lalu, kalau dibilang rugi ya rugi. Masak, per kilogramnya harganya Rp 17 ribu, kan itu rugi banyak. Semoga musim tanam tembakau tahun ini, baik segi cuaca dan harga bisa bersahabat dengan para petani tembakau,” kata dia, saat ditemui disela-sela melayani pembelian bibit tembakau, dikutip Minggu (29/5).

Entin mengungkapkan, dua hektar lahan pertanianya digunakan untuk penangkaran persemaian bibit tembakau. Ada dua jenis bibit tembakau yang disemaikan di lahan pertanianya tersebut, yakni, bibit tembakau jenis BAT dan srumpung. Karena saat ini, kedua jenis bibit tembakau itu yang banyak dicari oleh para petani dan pedagang tembakau.

“Bibit tembakau jenis mantili dan ,lainya tahun ini sengaja saya tidak semaikan. Hanya dua itu, yakni, BAT dan srumpung. Karena, kedua itu yang kini banyak dicari pembeli. Pembelinya tak hanya petani dan pedagang Kendal saja, tetapi, ada yang dari Temanggung, Parakan dan Wonosobo,” terang dia.

Hal senada diungkapkan Ngasdi (38) petani warga Kecamatan Ngampel. Ia mengatakan, musim panen tembakau tahun lalu membuat petani cemas. Karena harga jual tembakau anjlok pada level jauh dibawah harga Rp 50 ribu per kilogramnya. Tembakau kering sebelumnya harganya Rp 30 ribu jadi Rp 17 ribu per kilogram. Untuk tembakau basah hanya dipatok harga sebesar Rp200 per kilogram

Kretek | Radar Pekalongan

Tags:

Latest from News

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com