Tembakau Untuk Kemakmuran Indonesia

petani tembakau

Usaha Pembenihan Tembakau Tetap Menguntungkan

in News by

Kretek.co –  Menjelang musim kemarau, sebagian petani di wilayah Kecamatan Sawit dan Banyudono mulai bersiap menanam tembakau asepan. Hanya saja, para petani tidak menyiapkan benih tembakau sendiri. Mereka lebih senang membeli benih dari petani yang khusus menyediakan benih.

Pasalnya, pembuatan benih tembakau lebih rumit dan kebutuhan benih hanya sedikit. Rata- rata untuk setiap petak sawah seluas 2.500 m2 dibutuhkan 4.000 batang benih tembakau. Jumlah tersebut termasuk cadangan untuk mengganti benih yang mati. Salah seorang petani yang memilih berjualan benih tembakau adalah Sunaryo (61), warga Glagahan, Desa Jipangan, Kecamatan Banyudono.

Dia mengembangkan benih tembakau di lahan sawah yang berada di Desa Jenengan, Kecamatan Sawit. ”Pembenihan tembakau sudah kami lakukan cukup lama. Usaha ini tetap menguntungkan,” katanya.

1.000 Batang Benih

Dia dibantu beberapa pekerja membuat bedeng- bedeng pembenihan. Total ada 100 bedeng di mana setiap bedeng mampu menampung 1.000 batang benih. Dia biasa menjual benih dengan harga Rp 50- Rp 60/batang. ”Sudah ada beberapa petani yang memesan benih ke sini. Selain dari desa- desa di Banyudono dan Sawit, juga ada pemesan dari wilayah Kabupaten Klaten.” Hal senada diungkapkan, Majimin (60), petani asal Dukuh Kauman, Desa Jipangan, Banyudono juga memanfaatkan kesempatan untuk membuat benih tembakau.

Dia membuat 30 bedeng di petak sawah sebelah utara dukuhnya. ”Untuk menghemat biaya, saya dibantu anak dan istri.” Diakui, membuat pembenihan tembakau harus telaten. Bedeng tembakau diberi penutup plastik transparan. Pagi hari, penutup dibuka agar benih mendapat sinar matahari. Sore hari, benih disiram dan kemudian penutup dipasang kembali. ”Jika hujan, penutup juga tak boleh dibuka agar benih tidak rusak. Benih siap tanam pada usia 45 hari.” Salah seorang petani tembakau, Warto (58) warga Desa Ketaon, Banyudono mengaku sudah menyiapkan dua petak sawahnya untuk bertanam tembakau.

Rencananya, penanaman dilakukan seminggu lagi. ”Saya sudah pesan benih 8.000 batang dengan harga Rp 50/ batang.” Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Bambang Purwadi mengakui, tembakau asepan banyak ditanam petani di Boyolali bagian bawah, yaitu Kecamatan Sawit, Banyudono, dan Ngemplak. ”Musim tanam tembakau asepan lebih lambat dibandingkan tembakau rajangan yang ditanam petani di lereng Merapi- Merbabu.

Kretek | Suara Merdeka

Tags:

Latest from News

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com