ilustrasi kretek (5)

Beragam Manfaat dari Tembakau

in Ragam by

Sejumlah ahli di berbagai penjuru dunia juga menemukan “keajaiban” dari daun tembakau atau nicotiana tobacum. Inilah di antaranya:

Cepat sembuh dari serangan jantung
Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke. Terhadap restenosis atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terbatas, seperti pembuluh darah ke jantung (cardiovaskular disease) atau ke otak (stroke). Perokok memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup dan penyembuhan yang lebih cepat.

Penelitian lain menyebutkan karbon monoksida dapat mengurangi serangan jantung dan stroke. Karbon monoksida merupakan produk sampingan dari asap tembakau. Sebuah laporan menunjukkan tingkat sangat rendah dari karbon monoksida dapat membantu para korban serangan jantung dan stroke.

Karbon monoksida menghambat pembekuan darah, sehingga melarutkan gumpalan berbahaya di pembuluh arteri. Para peneliti memfokuskan pada kemiripan yang dekat antara karbon monoksida dengan oksida nitrat yang menjaga pembuluh darah tetap melebar dan mencegah penumpukan sel darah putih.

Baru-baru ini oksida nitrat telah ditingkatkan statusnya dari polutan udara biasa menjadi penghubung fisiologis terpenting kedua secara internal. Oleh karena itu tidak akan mengherankan kalau karbon monoksida secara paradoks dapat menyelamatkan paru-paru dari cedera akibat penyumbatan pembuluh darah ke jantung (cardiovascular blockage).

Pencegah radang sendi
Beberapa penelitian teranyar justru menunjukkan manfaat lain dari rokok dan tembakau. Dikutip dari livescience.com (http://www.livescience.com/15115-5-health-benefits-smoking-disease.html), kebiasaan merokok rupanya mampu menurunkan risiko operasi penggantian lutut. Hasil riset itu dipaparkan dalam Jurnal Arthritis & Rheumatism terbitan Universitas Adelaide, Australia.

Riset  itu menemukan fakta, laki-laki perokok berisiko lebih kecil menjalani operasi penggantian sendi dibandingkan yang bukan perokok. Berkurangnya risiko itu lantaran nikotin dalam tembakau membantu mencegah kerusakan tulang rawan dan sendi.

Mencegah parkinson
Fakta lain yang dipublikasikan livescience, dalam kadar tertentu, merokok menurunkan risiko penyakit parkinson.  Secara khusus, penelitian baru tersebut menunjukkan hubungan temporal antara kebiasaan merokok dan berkurangnya risiko penyakit Parkinson. Riset ini menyebutkn, efek perlindungan terhadap Parkinson pada perokok berkurang setelah dia menghentikan kebiasaan merokok.

Pengaruh positif merokok terhadap Parkinson Desease (PD) juga ditemukan dalam penelitian terhadap 113 pasangan kembar laki-laki. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Tanner terus melihat perbedaan yang signifikan ketika dosis dihitung sampai 10 atau 20 tahun sebelum diagnosis.

Mereka menyimpulkan, temuan ini menyangkal pernyataan perokok cenderung memiliki PD. Masih banyak penelitian yang lainnya mengenai kebiasaan merokok yang berguna melawan Parkinson.

Turunkan risiko obesitas
Merokok juga menurunkan resiko obesitas sebab nikotin dalam asap tembakau adalah penekan nafsu makan. Ini sudah dikenal selama berabad-abad.

Hubungan antara merokok dan mengendalikan berat badan sangatlah komplek. Nikotin bertindak sebagai stimulan penekan nafsu makan. Sedangkan tindakan merokok memicu modifikasi perilaku untuk selalu ngemil.

Turunkan risiko kematian
Dibandingkan dengan non-perokok, perokok yang sudah pernah mengalami serangan jantung memiliki tingkat kematian yang lebih rendah. Sebab merokok ternyata membantu obat jantung clopidogrel bekerja lebih baik.

Clopidogrel merupakan obat penghambat penggumpalan darah bagi pasien penyakit arteri koroner dan penyakit peredaran darah lainnya.

Jurnal Thrombosis Research, edisi Oktober 2010, mempublikasikan studi, merokok tampaknya membantu clopidogrel bekerja lebih baik. Sesuatu dalam asap rokok mengaktifkan protein tertentu yang disebut sitokrom. Protein inilah mengubah clopidogrel menjadi lebih aktif.

Kurangi risiko susut gusi
Merokok mengurangi resiko penyakit susut gusi yang parah. Dulu disebutkan bahwa tembakau adalah akar semua permasalahan penyakit gigi dan mulut. Padahal sebuah studi menunjukkan bahwa sebenarnya perokok berisiko lebih rendah terhadap penyakit gusi.

Merokok mencegah asma dan penyakit karena alergi lainnya. Sebuah studi multi variasi, beberapa anak dari para ibu yang merokok sedikitnya 15 batang sehari cenderung memiliki peluang yang lebih rendah untuk menderita alergi rhino-conjunctivitis, asma alergi, eksim atopik dan alergi makanan, dibandingkan dengan anak-anak dari para ibu yang tidak pernah merokok. Anak-anak dari ayah yang merokok sedikitnya 15 batang rokok sehari memiliki kecenderungan yang sama.

Membunuh kuman TBC
Kata seorang peneliti di University of Central Florida (UCF), suatu hari Nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat tuberculosis (TBC). Seperti diketahui, hingga kini TBC adalah penyakit yang tergolong susah diobati.

Saleh Naser, professor mikrobiologi dan biologi molekuler UCF, menyatakan, senyawa nikotin mampu menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes laboratorium, bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja.

Bisa jadi biofuel
Bahkan, para peneliti dari Laboratorium Bioteknologi Universitas Thomas Jefferson mengidentifikasi beberapa teknik untuk meningkatkan kadar minyak nabati dalam daun tanaman tembakau.

Identifikasi tersebut merupakan langkah awal dalam memanfaatkan tembakau untuk keperluan biofuel. Hasil penelitian mereka ini kemudian dipublikasikan di Jurnal Plant Biotechnology.

Menurut Vyacheslav Andrianov, Ph.D., asisten profesor di bidang Biologi Kanker di Lab. Jefferson Medical College of Thomas Jefferson University, tembakau dapat menghasilkan biofuel lebih efisien daripada produk pertanian lainnya. Sayangnya, sebagian besar minyak tembakau bersemayam di bijinya. Berat kering biji tembakau mengandung 40 persen minyak.

Meskipun kandungan minyak nabati biji tembakau telah diuji dan dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel, namun produksi biji tembakau masih sangat rendah, yakni sekitar 600 kg biji per hektar.

Andrianov dan rekan-rekannya kemudian berusaha merekayasa gen penghasil minyak nabati biji tembakau. Tujuannya, agar pembentukan minyak nabati pada tajuk tanaman tembakau seoptimal kadar minyak dari biji tembakau.

Nah, sangat mungkin biji tembakau ini menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.

Kretek | EPG