IMG-20160531-WA0021

Kretek Terus Mengepul, Rokok Putih Meredup

in News by

Kretek.co –  Di awal-awal tahun 1950an, bisa dibilang, rokok di Indonesia masih didominasi rokok putih. Namun, paska 1970an, dominasi itu berganti. Rokok kretek yang lahir dan bertumbuh di Bumi Nusantara mulai menunjukkan tajinya.

Bisa dibilang inilah masa-masa sulit bagi bisnis rokok putih. Dalam kurun waktu lima tahun (2009 hingga 2014), produksi rokok putih atau sigaret putih mesin (SPM) stagnan di kisaran 19 miliar batang. Inilah masa keemasan bagi industri kretek di Indonesia, baik sigaret kretek mesin (SKM) maupun sigaret kretek tangan (SKT).

Merujuk tabel di bawah ini, pada 2009, produksi SKT mencapai 93,94 miliar batang, SKM sebanyak 169,68 miliar batang, dan SPM hanya sebesar  17,71 miliar batang.

Perkembangan produksi rokok

Lima tahun kemudian, atau pada 2014. Konstelasi produksi rokok menunjukkan dengan jelas, SKM mulai sangat mendominasi. Pada tahun itu, produksi SKM mencapai 244,55 miliar batang. Dan rata-rata produksi SKM dalam kurun lima tahun itu, sebanyak 205,47 miliar batang.

Sementara produksi SKT pada 2014 melorot tinggal 74,79 miliar batang. Dan rata-rata produksi SKT sepanjang 2009 hingga 2014 sebanyak 89,82 miliar batang.

Di lain pihak, pertumbuhan tertinggi produksi SPM hanya terjadi pada 2012, yakni sebanyak 10,77 miliar batang. Semenjak itu, produksi SPM terus melorot. Pada 2013, sebanyal 6,02 miliar batang dan di 2014 tinggal 5,44 miliar batang. Sepanjang kurun waktu 2009 hingga 2014 rata-rata produksi rokok putih, hanya sebanyak 7,11 miliar batang.

Dominasi inilah yang berubah. Kretek semakin kuat berjaya di negerinya sendiri. Sedangkan rokok putih yang asli rokok bule, terus merosot.

Padahal kalau kita melihat stastistik BPS di bawah ini. Pada 1981, SPM masih unggul ketimbang SKM. Kala itu, produksi SKM hanya sebesar 17,9 miliar batang. Sedangkan SPM mencapai 26,4 miliar batang.

Produksi SKM baru bisa menyalip produksi SPM pada 1984. Ketika itu, produksi SKM unggul tipis dengan SPM, yakni 27,7 miliar batang berbanding 26,16 miliar batang. Posisi leading SKM terus berlanjut hingga kini, bahkan pada 1989 produksi SKM sudah menyalip saudara kandungnya, SKT. Ketika itu, produksi SKM sebanyak 103,5 miliar batang, dan SKT sebanyak 57,2 miliar batang.

Tabel 2
Perkembangan produksi rokok 1

Kretek | AHA