Meme1

RUU Pertembakauan Harus Akomodasi Pelaku Industri IHT

in News by

Kretek.co – Rancangan Undang-Undang Pertembakauan diharapkan dapat menjadi payung hukum bagi industri hasil tembakau, kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Soeseno.

“RUU Pertembakauan harus mengakomodasi semua kepentingan pelaku industri hasil tembakau (IHT) dari sektor hulu hingga hilir. RUU itu harus mengatur tentang kemitraan dan tata laksana kebijakan substitusi impor,” katanya, dilansir Antara, dikutip Senin (8/8).

Di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno mengatakan RUU Pertembakauan sudah seharusnya memperhatikan masukan semua “stakeholder” IHT jika akan disahkan karena sektor IHT memberikan pemasukan terhadap negara dalam bentuk cukai sebesar 9,5 persen dari total APBN per tahun.

“IHT juga menyerap jutaan tenaga kerja dari sektor hulu hingga hilir. Jika diperhatikan, ada 6,1 juta petani tembakau terlibat dalam IHT termasuk buruh, kios, sales, dan orang lain yang terlibat dalam bisnis ini,” katanya.

Menurut dia, RUU itu nanti dapat melindungi komoditas tembakau Indonesia. IHT menjaga kekayaan plasma nutfah tembakau khas Indonesia dan keberlangsungan olahan produk tembakau sebagai industri yang berbasis “local content” dan menjaga harmoni kehidupan sosial.

“Sebagai salah satu komoditas strategis nasional, perkembangan pertanian tembakau saat ini masih kurang optimal mengingat jumlah produksi tembakau belum dapat mencukupi keseluruhan permintaan industri,” katanya. (ant)