Di Balik Kampanye Anti Rokok

Kemitraan Petani Tembakau dan Perusahaan Mutlak Dilakukan

in News by

Kretek.co – Pemerintah diharapkan mendorong kemitraan antara petani tembakau dengan pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas, kualitas komoditas, dan menjamin akses pasar para petani.

“Kemitraan antara petani dengan mitra baik pemasok maupun pabrikan produk tembakau diperlukan untuk memotong rantai penjualan daun tembakau yang cukup panjang,” kata peneliti Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) UGM Wahyu Widayat

Hal itu, kata dia, juga untuk menjamin penyerapan produksi dan kepastian harga sesuai kualitas sekaligus mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas tembakau karena adanya bimbingan dan fasilitas dari pihak mitra.

“Hasil penelitian menunjukkan selain kendala dalam hal produktivitas dan kualitas, tata niaga tembakau Indonesia juga cukup kompleks dengan melibatkan banyak perantara sehingga keuntungan petani tembakau tergerus,” katanya.

Menurut dia, dari sisi tata niaga, Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor daun tembakau karena masih kurangnya pasokan tembakau bagi industri rokok dalam negeri.

Namun, jika melihat neraca perdagangan impor dan ekspor dari 2010 hingga 2014 dapat disimpulkan bahwa Indonesia merupakan “net exporter”.

Hal itu disebabkan ekspor bernilai tambah produk tembakau (barang jadi) Indonesia tumbuh sangat signifikan, mencapai 52 persen.

“Pada 2014 nilai ekspor tembakau Indonesia mencapai 1.023 juta dolar AS dan nilai impor sebesar 671 juta dolar AS. Mayoritas impor adalah bahan baku atau daun tembakau, sedangkan mayoritas ekspor adalah barang jadi,” katanya.

Ia mengatakan Indonesia saat ini masih memerlukan impor tembakau karena selisih permintaan dan pasokan dalam negeri masih cukup besar.

Mengacu data tahun 2014, permintaan tembakau dalam negeri mencapai 321,5 ribu ton, sedangkan produksi tembakau nasional sebesar 163,1 ribu ton.

“Oleh karena itu, produktivitas dan kualitas tembakau nasional harus ditingkatkan serta harus ada pembenahan tata niaganya sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasional,” kata Wahyu. (antara)