?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Kualitas Tembakau Virginia Asal Lombok Turun AKibat La Nina

in News by

Kretek.co – Kualitas tembakau virginia asal Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, diprediksi akan mengalami penurunan signifikan akibat dampak kemarau basah dari badai La Nina.

Anggota Komisi II DPRD NTB H Burhanudin di Mataram, Jumat, mengemukakan penurunan kualitas tembakau virginia Lombok ini terjadi di sejumlah wilayah khususnya di bagian selatan Lombok Timur dan Lombok Tengah.

“Itu dari hasil pantauan kami ketika turun ke sentra produksi tembakau di dua wilayah tersebut. Umumnya, daun tembakaunya tidak merata dan ukurannya tidak lebar,” katanya.

Ia menuturkan, menurunnya kualitas tembakau virginia tersebut hampir 50 persen. Karena itu, jika sebagian besar hasil produksi petani tembakau tersebut tidak merata dan berkualitas tidak baik seperti saat ini, dirinya khawatir perusahaan mitra, tidak akan membeli tembakau petani, sehingga petani akan dirugikan.

“Ini yang kita khawatirkan, kalau kualitas menurun, maka perusahaan tidak akan membeli tembakau petani. Kalau sudah seperti itu, yang dirugikan adalah petani,” jelasnya.

Menurut dia, selama ini para petani telah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membudidayakan tanaman itu. Namun, akibat dampak kemarau basah tersebut tanaman tembakau petani menjadi tidak produktif.

Terlebih lagi, fakta di lapangan, hampir seluruh petani di wilayah Pulau Lombok telah memanen hasil tembakau mereka. Namun para pengusaha justru belum melakukan praktik pembelian terhadap produksi petani tembakau tersebut.

“Saat ini perusahaan masih enggan membeli tembakau petani, karena terbentur kualitas,” katanya.

Karena itu, untuk mencegah kerugian yang lebih besar dialami petani, Burhanudin mendesak Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara mendorong agar perusahaan tembakau membeli hasil produksi para petani baik yang berkualitas jelek, sedang maupun baik.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah kerugian besar yang di alamai petani,” kata dia. (antara)