tarif cukai dan kebangkrutan industri

Kenaikan Harga Rokok Pukul Industri Kecil

in News by

Kretek.co – Munculnya wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp. 50 ribu per bungkus, dikhawatirkan akan semakin menurunkan penjualan rokok industri dalam negeri, khususnya sigaret kretek tangan (SKT).

Usulan kenaikan harga yang merupakan hasil studi Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, dianggap akan semakin mempercepat kematian industri rokok lokal yang memiliki ribuan tenaga kerja.

Diungkapkan oleh Sriyadi Purnomo, Direktur Koperasi Kareb Bojonegoro, yang memiliki unit usaha pengolahan tembakau, kenaikan harga rokok akan menjadi beban berat bagi industri kecil yang kesulitan membiayai operasional maupun gaji pegawai, akibat berkurangnya orang yang membeli rokok karena harganya yang mahal.

“Bayangkan bahwa satu industri rokok khususnya di MPS (mitra produksi sigaret) mitra Sampoerna, ada 38 MPS yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, bayangkan 1 MPS itu pekerjanya 1.500 karyawan, berapa pengangguran yang akan bertambah. Di Jawa Timur sendiri ada 21 MPS, berarti kita kurang lebih menampung 27.000-30.000 karyawan di situ, semua menggantungkan hidupnya mencari nafkah di (sektor) rokok,” ungkap Sriyadi.

Industri kecil maupun industri rumah tangga di bidang pengolahan tembakau atau rokok, merupakan sektor yang paling merasakan dampak ekonomi bila harga rokok dinaikkan. Sriyadi menambahkan, kenaikan harga rokok dari cukai rokok untuk menambah pemasukan negara, harus melihat perbedaan antara rokok buatan mesin atau rokok buatan tangan. Pemerintah diminta bijak sebelum menetapkan harga rokok, yang berkaitan langsung dengan nasib ribuan pekerja.

“SKT yang notabene mempekerjakan banyak orang, ada prioritas tertentu dalam kenaikan cukainya, SKT harus ada batasan-batasan tertentu, atau kriteria-kriteria tertentu dalam kenaikan cukai tiap tahunnya. Kami sangat paham, kami sangat tahu bahwa negara ini membutuhkan masukan dari cukai, oleh karena itu silahkan menaikkan cukai yang di SKM (sigaret kretek mesin), tapi yang SKT boleh naik asalkan ada batasan-batasan supaya tetap bisa hidup,” harap Sriyadi.

Sumber: Voaindonesia