ilustrasi-2

Tembakau Jadi Magnet Wisata di Jember

in News by

Kretek.co – Potensi tembakau sebagai identitas Jember mampu menjadi magnet bagi wisatawan asing. Pelan tapi pasti, agrowisata menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa mendatangkan turis mancanegara. Dampaknya bukan hanya bagi masyarakat, tapi juga pelaku bisnis tembakau.

Seperti yang tampak pada kunjungan pengusaha dari Pakistan ke gudang Koperasi Tarutama Nusantara (TTN) di Ajung dan Boss Image Nusantara (BIN) Cigar Factory di Jubung, Jember, belum lama ini.

Mereka datang untuk melihat pengolahan cerutu dari awal sampai akhir. ”Lokasi ini bagus. Kami berkunjung ke sejumlah tempat wisata Jember, termasuk pabrik tembakau,” kata Ali Asghar, pengunjung asal Pakistan.

Bukan hanya itu. Selain berwisata, pihaknya bertemu dengan sejumlah pengusaha tembakau untuk membahas kerja sama antara Pakistan dan Indonesia. Harapannya, ada pertumbuhan ekonomi dari masing-masing negara. ”Banyak warga negara kami yang merokok. Kami melihat banyak tembakau di sini. Meski, di negara kami masih sulit impor tembakau,” imbuh Sakib Guzlab, wisatawan lainnya.

Kunjungan mereka ke Jember tersebut merupakan kali pertama. Istimewanya, mereka didampingi langsung Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief. Wisatawan itu mengapresiasi tembakau yang dihasilkan para petani Jember. Sebab, Pakistan merupakan negara yang sulit mendapatkan tembakau karena kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Febrian Ananta Kahar, komanditer BIN Cigar Factory, menambahkan, tidak ada wisata tembakau di negara lain, kecuali di Jember. Di sini, mereka bisa melihat para petani tembakau yang menanam hingga pembuatan cerutu yang unggul.

Menurut dia, banyak ahli tembakau di Jember. Secara otomatis, ketika banyak warga yang kompeten di bidang tembakau, wisata tembakau akan terus berkembang dan menjadi kebutuhan masyarakat. Mereka bisa menjadi guide bagi para wisatawan asing.

Sekarang harga produk tembakau dunia seperti cerutu mulai bagus. Melalui destinasi wisata, harga produk tersebut bisa terangkat. Sebab, masyarakat mancanegara akan mengetahui bahwa Jember merupakan sentra produk tembakau.

Hanya, wisatawan asing yang mengenal Jember sebagai kota tembakau masih sedikit. Salah satu cara untuk memperkenalkannya adalah membuat produk yang unggul seperti cerutu yang bagus. ”Orang ketika tanya tentang produk itu, Indonesia mana, Jember,” ungkapnya.

Cerutu BIN Jember sudah memiliki lima agen di Jakarta, Bali, dan luar negeri seperti China, Hungaria, Malaysia, Amerika, dan Turki. ”Otomatis, mereka sudah mengetahui Jember,” ucapnya.

Ketika dipromosikan melalui wisata, akan banyak getok tular kepada wisatawan yang lain, baik saat datang maupun berkunjung ke tempat lainnya. ”Misalnya, dua hari ke wisata tembakau, dua hari ke Tanoker. Dampaknya akan banyak ketika wisata dikembangkan,” ucapnya.

Jember merupakan satu-satunya destinasi wisata tembakau di dunia. Ketika datang, mindset mereka tentang Jember adalah kota tembakau dan JFC. ”Misalnya tamu dari Pakistan. Mereka diharapkan bisa mendatangkan wisatawan lain dari Timur Tengah,” ujarnya.

”Dari sana, banyak orang yang ngomong tentang tembakau Jember. Hal itu akan menjadi magnet orang lain untuk berkunjung ke Jember,” jelasnya. Dengan demikian, magnet Jember bukan hanya JFC, tapi juga potensi yang lain seperti tembakau”. (Jawapos)