fctc rokok

Petani Tembakau dan Cengkeh Tolak Aksesi FCTC

in News by

Kretek.co – Sejumlah petani tembakau dan cengkeh dari APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia), APCI (Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia), Karya Tani Manunggal (KTM) Temanggung dan Gerakan Masyarakat Tembakau Indonesia (GEMATI) menggelar aksi damai untuk memperingati hari Petani Tembakau sedunia, Sabtu (30/10).

Dalam aksi itu, para petani berkumpul di halaman monumen Serangan Umum 1 Maret dan menyerahkan sebuah petisi kepada Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pakualam X.

Ketua APTI Soeseno mengatakan, aksi damai ini merupakan aspirasi para petani kepada pemerintah terkait dengan kelangsungan industri tembakau Nasional.

“Aksi ini untuk mengingatkan pemerintah dan masyarakat umum akan pentingnya pertanian tembakau dan cengkih bagi Indonesia bagi jutaan orang yang mendapatkan penghidupan darinya,” ujar dia, dikutip dari Kompas.com. .

Soeseno menuturkan, tembakau merupakan salah satu komoditas strategis perkebunan yang memiliki peranan penting dalam pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. Ini sesuai dengan UU No. 39 tahun 2014.

Ia menyebutkan, para petani tembakau dan cengkih berharap pemerintah dapat memajukan pertanian tembakau dan cengkih nasional.

Selain itu pemerintah juga harus melindungi industri hasil tembakau Indonesia dari tekanan peraturan International yang eksesif seperti Framework Conventions on Tobacco Control (FCTC).

Menurut dia, dalam aksi damai ini para petani tembakau dan cengkeh juga menuntut pemerintah untuk melindungi penghidupan dan industri hasil tembakau dari ancaman FCTC.

“FCTC melanggar hak konstitusional petani yang dilindungi oleh UU No. 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman. Dimana petani berhak untuk menanam tanaman pilihannya,” urainya.

Maka ketika sebuah lembaga dunia WHO membuat instrumen international untuk pengendalian tembakau yang cenderung merugikan industri hasil tembakau nasional, maka para petani, APTI dan APCI menyatakan menolak kebijakan itu.

“Sudah kewajiban kami untuk bersuara menolak agar pemerintah bisa lebih objektif dalam mengambil keputusan,” bebernya.

Ketentuan lain yang merugikan petani, sebut dia, adalah larangan penggunaan bahan tambahan termasuk cengkih pada produk tembakau. Ini akan mematikan produk rokok kretek yang merupakan khas Indonesia.

“Kami mendukung keputusan Presiden Joko Widodo yang lebih mengedepankan kepentingan nasional dari pada mengaksesi Konvensi International yang menyakiti jutaan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Sumber: Kompas