ilustrasi-1

“Nganten Tembakau” Bakal Jadi Paket Wisata Andalan

in Uncategorized by

Kretek.co –  Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mendorong ritual “Nganten Tembakau” di lereng Gunung Sumbing, di Desa Genito, Windusari dapat menjadi salah satu paket wisata.

“Ritual nganten tembakau merupakan tradisi masyarakat di Desa Genito. Tradisi tahunan ini merupakan swadaya masyarakat. Kami hanya mensuport saja,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Magelang, Edy Susanto di Magelang.

Ia mengatakan pada awalnya pihaknya melakukan pendampingan untuk memenuhi dari sisi kesenian dan sekarang mereka sudah berjalan sendiri.

Ia berharap agar tradisi tersebut terus dilestarikan dan pihaknya berupaya agar kegiatan tersebut menjadi semakin besar sehingga bisa menjadi paket wisata di Magelang.

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan kawan-kawan di Pesona Magelang, mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi paket wisata, karena pariwisata itu indentik dengan atraksi,” katanya.

Selain itu, kawasan di lereng Gunung Sumbing tersebut memiliki pemandangan yang cukup indah sehingga bisa menjadi paket wisata menarik.

Pada ritual Nganten Temabakau tersebut warga membawa 100 nasi tumpeng dan gunungan berupa hasil bumi serta dua pasang tanaman tembakau kirab keliling desa dari Dusun Gopakan menuju Sendang Iwakan.

Di sendang Iwakan tersebut dua pasang tanaman tembakau yang dibawa oleh laki-laki dan perempuan tersebut masing-masing disatukan dengan kain putih.

Pemimpin ritual, Agus Merapi mengatakan tanaman tembakau yang diarak tersebut dinamakan Kyai Pulung Seto dan Nyai Srinthil.

“Tembakau laki-laki dan perempuan tersebut dimasukkan ke sendang, kemudian dijamasi dengan air sendang. Ini sebagai pralambang agar tetap diberi kesuburan,” katanya.

Ia menuturkan ritual ini sebagai simbol permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat di kawasan Gunung Sumbing ini selalu diberi kesuburan dengan menghasilkan tembakau yang berkualitas.

Setelah selesai ritual, warga yang mengikuti prosesi tersebut bersama-sama makan nasi tumpeng di pinggir Sendang Iwakan, sedangkan gunungan hasil bumi dibawa naik lagi ke Dusun Gopakan untuk diperebutkan warga.