Tembakau Untuk Kemakmuran Indonesia

ilustrasi

Penyerapan Dana Bagi Hasil Cukai Kudus Baru Capai Rp74,5 Miliar

in Cukai by

Kretek.co – Tingkat penyerapan dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang diterima Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 2016 hingga 31 Oktober baru mencapai Rp74,55 miliar atau 20,16 persen.

“Sementara alokasi DBHCHT Kudus 2016 sebesar Rp369,811 miliar,” kata Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Kudus Eko Djumartono di Kudus, Rabu.

Anggaran sebesar itu, kata dia, merupakan anggaran setelah APBD Perubahan, sedangkan APBD murni tercatat sebesar Rp196,472 miliar.

Menurut dia, secara umum pelaksanaan proyek pembangunan di Kabupaten Kudus yang didukung anggaran dari DBHCHT berjalan dengan baik.

Kalaupun penyerapan anggaran masih terlihat rendah, kata Eko, tidak bisa dijadikan parameter dari pelaksanaan pembangunan di Kudus.

“Bisa saja, proyeknya terlaksana, namun pencairannya menunggu akhir tahun anggaran,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, setiap proyek kegiatan anggaran yang dialokasikan biasanya berdasarkan hasil prediksi maksimal, sedangkan proses lelang bisa lebih rendah dari plafon anggaran.

Dalam rangka mengantisipasi pencairan bersamaan di akhir tahun anggaran, DPPKD Kudus meminta semua SKPD yang memiliki proyek kegiatan dengan dana APBD murni pencairannya ditunggu hingga tanggal 9 Desember 2016, sedangkan kegiatan pelaksanaannya setelah APBD perubahan dibatasi hingga 16 Desember 2016.

Untuk memastikan tingkat penyerapan anggaran dari DBHCHT bisa maksimal atau tidak, katanya, akan terlihat setelah batas akhir pencairan.

Dalam penganggaran tahun ini, Pemkab Kudus mengacu Undang-Undang APBN 2016 yang menyebutkan bahwa penggunaan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau sebagian bisa digunakan sesuai kebutuhan daerah.

Karena pembangunan infrastruktur di Kudus masih membutuhkan dana yang cukup besar, maka sebagian dana cukai tersebut ada yang dialokasikan untuk perbaikan maupun penambahan infrastruktur publik di Kudus.

Hal itu, juga dikonsultasikan dengan Departemen Keuangan pada tahun 2015.

Selain itu, APBD Kudus 2016 juga mendapatkan evaluasi dari Gubernur Jateng dan sebagian alokasi dana cukai yang digunakan untuk mendukung kegiatan infrastruktur juga tidak ada koreksi.

Dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau tahun ini, digunakan untuk mendukung program kegiatan dari 28 SKPD.

SKPD dari sisi persentase yang tingkat penyerapannya paling besar hingga akhir Oktober 2016, yakni Bagian Hukum mencapai 89 persen dengan anggaran hanya Rp104,76 juta.

Dari jumlah anggaran yang terbesar, Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral yang mendapatkan anggaran Rp109,3 miliar terealisasi sebesar Rp31,25 miliar atau 28,59 persen, disusul Rumah Sakit Umum Loekmonohadi dengan kucuran anggaran sebesar Rp71,9 miliar terserap Rp16,1 miliar atau 22,37 persen. (ant)

Tags:

Latest from Cukai

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com