Tembakau Untuk Kemakmuran Indonesia

ilustrasi

Jangan Sampai Ada Praktik Ijon Cukai!

in News by

Kretek.co –  Anggota Komisi XI DPR RI mewaspadai adanya praktik ijon cukai untuk memenuhi target penerimanaan negara mempengaruhi kredibilitas APBN tahun anggaran berikutnya.

“Dirjen Bea dan Cukai dan jajarannya agar berkomitmen penuh pada upaya Menteri Keuangan menyusun APBN yang kredibel dan transparan tanpa adanya parktik ijon cukai,” kata Mukhammad Misbakhun pada pada rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi XI DPR RI dan Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Menurut Misbakhun dirinya mengingatkan hal itu karena mendengar dari sejumlah pelaku usaha adanya praktik ijon cukai guna menutup kekurangan penerimaan negara.

Ijon cukai, katanya adalah Pemerintah menarik pembayaran cukai saat ini untuk pembayaran cukai tahun berikutnya.

Mantan Pegawai Ditjen Pajak Kementerian Keuangan ini kemudian mencocokkan data cukai dengan data statistik tentang penerimaan negara dari cukai.

Pada Januari hingga Februari 2016, kata dia pemasukan dari cukai cenderung stagnan di angka Rp5 triliun, tapi mulai Maret 2016 ada lonjakan tapi terhenti di angka Rp 19 triliun pada Juni 2016.

Menurut dia penerimaan negara dari cukai paling tinggi pada Desember 2016 yakni mencapai Rp36 triliun.

“Kalau terjadi lonjakan pada Desember, lalu Januari dan Februari berikutnya turun, ini kan aneh. Seharusnya relatif stabil setiap bulan di sepanjang tahun,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini mengakui lonjakan penerimaan cukai dapat menutupi kekurangan penerimaan negara dari sektor pajak, tapi harapan Menteri Keuangan agar APBN kredibel tanpa kamuflase.

“Saya mengapresiasi penerimaan cukai tahun ini, di tengah penerimaan pajak yang turun. Namun, Menteri Keuangan bertekad membangun kebijakan yang terpercaya, sehingga tidak boleh ada kamuflase,” katanya.

Misbakhun juga mengingatkan agar kebijakan Ditjen Bea Cukai tidak membunuh industri tembakau, karena Pemerintah bersikap ambigu yakni di satu sisi memburu pemasukan tinggi dari cukai rokok, tapi di sisi lain berupaya mengendalikan industri tembakau.

“Di daerah pemilihan saya banyak petani tembakau. Mereka juga warga negara Indonesia dan memiliki hak hidup,” katanya.

Misbakhun juga mengutip hasil penelitian dari sebuah lembaga riset internasional pada 2013 yang menyimpulkan, industri rokok Indonesia paling kebal terhadap krisis.

EPS/ Antara

Latest from News

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com