Tembakau Untuk Kemakmuran Indonesia

Author

kretek

kretek has 239 articles published.

Membunuh Tembakau Sama Dengan Mencabut Nyawa Jutaan Manusia

in News by
kretek13

Kretek.co – Kelompok anti tembakau kian gencar mengkampanyekan gerakan anti tembakau yang tidak mendasar. Kampanye tersebut patut dicurigai atas pesanan asing, terutama industri farmasi global. Misal tanggal 15-16 Mei 2017, Tobacco Control Support Center (TCSC) dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menggelar 4th Indonesian Conference on Tobacco or Healthmeup “Tobacco: A Threat to Development” di Balai Kartini, Jakarta. Salah satu sesi yang akan dibahas dalam konferensi tersebut adalah diversifikasi tembakau.

Menanggapi hal itu, ketua DPN Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji menilai, masuknya diversifikasi tanaman tembakau dalam konferensi tersebut merupakan upaya penggiat anti tembakau untuk menghilangkan tembakau di Indonesia.

Menurut Agus, Pasal 17 dan Pasal 26 Ayat (3) di dalam Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dengan jelas mengatur diversifikasi tanaman tembakau ke tanaman lain.

“Hal ini jelas bahwa agenda diversifikasi tembakau yang ada dalam FCTC sengaja mematikan kehidupan petani tembakau,” tegas Agus di Temanggung, Senin (15/05).

Agus menegaskan, tanaman tembakau masih dibutuhkan oleh sekitar 3 juta petani tembakau dan buruh tembakau untuk memenuhi hajat hidup ekonominya.

Ditambahkan Agus, kalau mereka ingin mengendalikan tanaman tembakau, seharusnya yang dikendalikan bukan soal diversifikasi di negeri sendiri, akan tetapi yang sangat perlu dikendalikan saat ini adalah impor bahan baku tembakau dan rokok importnya.

“Tembakau bagi jutaan orang sudah menjadi urat nadi hidupnya. Karena itu, jika mereka ingin matikan tembakau, tak ubahnya mereka membunuh jutaan manusia,” ujar dia.

Agus mengungkapkan kalau petani tembakau pernah audiensi dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dr. HM Subuh) di Kemenkes satu tahun yang lalu. Dengan tegas pak Subuh sepakat kalau import tembakau dibatasi secara maksimal.

Agus meminta agar petani tembakau jangan terlalu dikuyo-kuyo (dikejar-kejar) untuk dibinasakan dengan dalih apapun termasuk rencana perluasan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dll termasuk rencana halus untuk menggerus keberlangsungan pertanian tembakau.

“Jangan sampai kami menanam tembakau, tetapi tidak bisa menjualnya. Berilah petani tembakau ruang kehidupan ekonomi di negeri sendiri. Dan, seharusnya mereka tidak serta merta menuduh tembakau sebagai hal negatif,” pungkas Agus.

APTI Siap Melawan Kebijakan Diversifikasi Tembakau

in News by
kretek1-jpg3

Kretek.co – Kongres 4th Indonesian Conference on Tobacco or Healthmeup “Tobacco: A Threat to Development” yang digelar di Balai Kartini, Jakarta 15-16 Mei 2017 yang diselenggaran Tobacco Control Support Center (TCSC) dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) merupakan sebuah skenario mematikan tembakau lokal.

“Konggres ini sebuah alunan gelombang yang di skenario untuk menggulung dan melibas tanaman tembakau,” kata Wisnu Brata ketua DPD APTI Jateng, Selasa (15/5).

Ia geram, kelompok anti tembakau terkesan tak punya naluri ingin mencabuti hak petani, hak kebebasan menanam , hak ekonomi petani tembakau dengan bebagai jurus yang seolah olah begitu mulia .

“Kami menganggap bahwa ini target untuk mengalihka tanaman tembakau ke tanaman lain yang belum tentu cocok bila diterapkan diberbagai wilayah di sentra tembakau di jawa tengah, ada sekitar 20 kabupaten se Jawa tengah, mereka masih dan tetap menggantungkan hidupnya dari tanaman tembakau,” tegasnya.

Wisnu memastikan, jika petani tembakau akan di alihkan ke tanaman lain sikap Kami APTI jawa tengah akan melawan.

“Dan perlu di ketahui bahwa perlawanan kami adalah perlawanan untuk mempertahankan kehidupan,” tandasnya.

Kementerian Kesehatan Jangan Jadi Corong Kepentingan Asing

in News by
kretek8

Kretek.co- Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat Suryana menolak Ratifikasi konvensi pengendalian tembakau melalui Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) karena akan mengalihkan komoditi tembakau dengan tanaman lain.

“FCTC adalah sebuah instrumen pengaturan untuk mengalihkan tanaman tembakau. Kami menolak,” kata Suryana, Selasa (15/5).

Ia memastikan, APTI DPD Jabar solid sebanyak 17 kab/kota menolak pengendalian areal tanaman tembakau.

Bahkan petani tembakau di Jabar akan mengembangkan areal tembakau karena masih banyak lahan yang memang spesifik atau sangat cocok bila di tanami tembakau. Demi nasib perut dan hajat hidup orang banyak.

“Ketika petani menanam tembakau dan mereka mampu mensejahterakan keluarganya sama saja petani tembakau sudah membantu mengentaskan keterpurukan ekonomi,” ujar dia.

Ia mengingatkan, Indonesia negara berdaulat punya konstitusi yang jelas. Jangan mau dimainkan oleh asing.
Pembangunan Kawasan Tanpa Rokok hanya Penghamburan biaya banyak yang telah dibangun tapi tidak dipakai.

“Pemerintah kita wbilkhusus kementrian kesehatan jangan mau dijadikan alat regulasi asing dengan tidak mempertimbangkan kepentingan rakyat kecil yang hidup dari budidaya perkebunan tembakau,” tegas dia.

Untuk itu, ia minta Presiden Jokowi segera membuat aturan yang sangat di butuhkan petani yaitu Pembatasan impor tembakau agar petani nyaaman dalam mengolah lahan pertembakauan.

Edgar

1 2 3 80
Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com