Tembakau Untuk Kemakmuran Indonesia

Category archive

Data

Ini Dia Peraturan Baru Tarif Cukai Hasil Tembakau

in Data by
pkm-cukai-rokok

Kretek.co –  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Jumat (30/9), di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jakarta,  mengumumkan kebijakan tarif cukai tahun 2017 melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/PMK.010/2016.

ilustrasi 6Nama lengkapnya, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/PMK.010/2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 179/PMK.011/2012 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Aturan itu, kemudian, diundangkan Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjahjana pada tanggal 4 Oktober 2016.

Untuk melihat isi PMK 147/PMK.010/2016, dapat unduh di tautan ini.

 

Nilai Industrinya Kecil, Tapi Pajaknya Paling Gede

in Data by
ilustrasi kretek (9)

Kretek.co –  Survei yang dilakukan pada 2013 oleh Ernst and Young, dalam lima rumpun industri, industri hasil tembakau (IHT) membuktikan sebagai penyumbang pajak terbesar bagi negara.

Bagi para penerima dana penggayangan industri rokok nasional dari Bloomberg Initiative, industri hasil tembakau (IHT) dianggap sampah. Namun, ada angka-angka kontribusi pada negara dan rakyat Indonesia yang susah dipungkiri.

Ada temuan menarik dalam riset yang dilakukan Ernst and Young pada 2015 silam. Dalam riset atas kontribusi pajak dari lima kelompok industri, yakni industri kelolaan badan usaha milik negara, real estate dan konstruksi, kesehatan dan farmasi, industri rokok, dan telekomunikasi.

Riset itu menyebutkan, badan usaha milik negara yang mempunyai nilai industri mencapai 1.890 triliun, mampu setor pajak ke negara hanya sebesar Rp 160 triliun, atau hanya  8,5% dari nilai industri.

kontribusi iht dibanding industri lainSedangkan industri real estate dan konstruksi, mampu bayar pajak Rp 142 triliun (15,7%) dari nilai industri sebesar Rp 907 triliun. Lebih mencengangkan, industri kesehatan dan farmasi dengan nilai industri yang mencapai Rp 307 triliun, bayar pajaknya cuma Rp 3 triliun (0,9%). Sementara telekomunikasi, dengan nilai industri sebesar Rp 144 triliun, setornya cuma Rp 3 triliun.

Mari sekarang melihat industri hasil tembakau. Nilai industrinya, dari 5 rumpun industri itu, IHT menempati posisi ke empat dengan nilai industri sebesar Rp 248 triliun. Namun, soal setoran pajaknya, pada 2013 lalu saja mencapai Rp 131 triliun atau mencapai 52,7%. Persentase yang jelas susah disalip rumpun industri apapun.

Dari sisi pertumbuhan, lima rumpun industri itu menunjukkan angka yang relative sama. Untuk BUMN, pertumbuhan di 2013 sebesar  17,5%, real estate dan konstruksi 13,1%, kesehatan dan farmasi  12,8%, rokok 15,4%, dan telekomunikasi 14,2%.

IHT memang harus bangga, meski angka pertumbuhannya 15,4%, namun tetap mampu bayar pajak hingga 52,7% dari besaran industrinya.

Kretek | EPG

Rasio Cukai Tembakau Kita Tertinggi di Dunia

in Cukai/Data by
kreteg07

Fakta menunjukkan, pada 2011, rasio cukai hasil tembakau yang dibayarkan pabrik rokok ke pemerintah mencapai 8,4% dari target perpajakan. Rasio ini tertinggi di antara banyak negara.

Bisa dibilang pemerintah Indonesia paling agresif dalam memungut cukai hasil tembakau di antara 20 negara yang disurvei Orzechowski and Walker, lembaga pengkaji perpajakan yang berada di Amerika Serikat. Posisi Indonesia itu jauh melebihi pembayaran cukai hasil tembakau di Amerika yang hanya 0,7%. Padahal, di negeri Paman Sam itu, bercokol perusahaan rokok terbesar di dunia Philip Morris.

Di bawah Indonesia adalah Turki. Rasio cukai hasil tembakau yang dibayarkan pabrik rokok di Turki mencapai  6,2%. Bahkan pabrik rokok India yang mempunyai jumlah perokok terbesar kedua di dunia rasio cukai hasil tembakau mereka cuma 2% dari seluruh perpajakan yang dipungut di negeri itu.

rasio cukai

Besarnya rasio itu sekaligus juga menunjukkan, bahwa semakin besar suatu negara memungut cukai semakin besar kontrol negara atas pengguna atau konsumen tembakau.

Di sisi lain, tingginya rasio itu juga mengindikasikan, negara tersebut masih membutuhkan pabrik rokok sebagai penopang penting dalam struktur ekonominya. Artinya, negara masih menjadikan cukai hasil tembakau instrumen penting dalam pendapatan perpajakan.

Karena itu, kelompok antitembakau dan anasir-anasir pemerintah lainnya semestinya menyadari posisi keuangan negara yang masih ditopang industri hasil tembakau.

Mari kita bayangkan, seandainya seluruh pabrik rokok ditutup, negara bakal berkurang pendapatannya kurang lebih mencapai 15% akibat terhentinya setoran cukai hasil tembakau dan perpajakan lainnya dari roda ekonomi yang berputar karena industri hasil tembakau.

Nah….

Kretek | EPG

 

Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com