Tembakau Untuk Kemakmuran Indonesia

Category archive

Ragam

Ini Dia Beragam Manfaat Tembakau yang Tak Banyak Diketahui

in News/Ragam by
kretek2

Kretek.co –  Tembakau yang kita tahu selama ini adalah bahan pokok untuk pembuatan rokok yang mempunyai kandungan nikotin yang beracun dan berbahaya untuk kesehatan tubuh manusia. Nikotin dengan cepat masuk kedalam otak begitu seseorang merokok dan bisa menyebabkan kematian jika kadarnya lebih dari 30mg. Sementara setiap batang rokok rata-rata mengandung nikotin 0.1-1.2 mg nikotin.

Dari jumlah tersebut, kadar nikotin yang masuk dalam peredaran darah tinggal 25%, namun jumlah yang kecil itu mampu mencapai otak dalam waktu 15 detik. Namun dibalik anggapan zat beracun tersebut ternyata juga ada zat atau kandungan lain yang berguna untuk kesehatan tubuh manusia. Tembakau mempunyai nama lokal diantaranya: Bako (Jawa, Bali, Sunda), debak (Madura), tembakau (Melayu), tobacco (Inggris).

Tembakau, nicotiana, adalah jenis tanaman yang memiliki daun lebar. Tumbuhan ini berasal dari Eropa yang kemudian dibawa ke negara Amerika. Di Amerika zaman dulu, tembakau pertama kali dikenalkan oleh bangsa Eropa. Mereka mempopulerkan tembakau sebagai obat penenang.

Kepopuleran tembakau pada masa itu membuat perekonomian masyarakat Amerika terbilang maju. Kebangkitan perekonomian Amerika dimulai sejak Perang Saudara Amerika Serikat berakhir.

Kandungan Ilmiah Daun Tembakau
Saponin
Flavonoid
Alkaloid
Minyak terbang (pada kulit, batang dan daun)
Polifenol (pada kulit batang dan daun)
Bersifat anti-inflamasi.

Manfaat Daun Tembakau
Protein Anti Kanker
Tembakau menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker. Protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita, kita masukkan DNA yang dimaksud itu ke tembakau melalui bakteri, begitu masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan itu panen, kita dapat cairannya berupa protein.
Melepaskan Gigitan Lintah

Tembakau bisa melepaskan gigitan lintah, tembakau juga bisa digunakan untuk insektisida karena nikotin yang terkandung merupakan neurotoxin yang sangat ampuh untuk serangga.

Obat Diabetes & Antibodi
Para ilmuwan berhasil menggunakan tembakau yang dimodifikasi secara genetik untuk memproduksi obat diabetes dan kekebalan tubuh. Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal BMC Biotechnology, awal Maret tahun 2010.

Anti Radang
Ilmuwan dari beberapa lembaga penelitian Eropa berpartisipasi dalam proyek bertajuk “Pharma-Planta” yang dipimpin Profesor Mario Pezzotti dari Universitas Verona itu. Mereka membuat tembakau transgenik yang memproduksi interleukin-10 (IL-10), yang merupakan cytokine anti-radang yang ampuh. Cytokine adalah protein yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh agar aktif. Kode genetik (DNA) yang mengode IL-10 ditanam dalam tembakau, lalu tembakau akan memproduksi protein tersebut.

Mereka mencoba dua versi IL-10 yang berbeda. Satu dari virus, yang lainnya dari tikus. Para peneliti menemukan, tembakau dapat memproduksi dua bentuk IL-10 itu dengan tepat. Produksi cytokine yang aktif cukup tinggi, yang mungkin dapat digunakan lewat proses ekstraksi dan pemurnian.

Langkah selanjutnya, IL-10 hasil tembakau itu diberikan kepada tikus untuk meneliti seberapa efektif ia membangkitkan kekebalan tubuh. Penelitian menggunakan IL-10 hasil tembakau dalam dosis kecil dapat membantu mencegah kencing manis atau diabetes melitus tipe 1. Diabetes melitus tipe 1 atau diabetes anak-anak dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pankreas. Sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita anak-anak maupun orang dewasa

Obat HIV/AIDS
Tembakau juga bisa menghasilkan protein obat human immunodeficiency virus (HIV) penyebab AIDS, yang disebut griffithsin. HIV adalah virus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. Bedanya, bukan tembakaunya yang menghasilkan protein, melainkan virus tembakaunya.

Pemelihara Kesehatan Ternak
Ekstrak tembakau (nikotin 1,68%) mempunyai ptensi untuk membasmi cacing H. contortus. Sebagai akibatnya hasil pengobatan akan memberikan keuntungan bagi para pemelihara ternak, sebab kesehatan ternak tersebut makin baik.

Obat Luka
Untuk obat luka dipakai ± 25 gram daun segar Nicotiana tabacum, dicuci dan ditumbuk sampai lumat. ditambah minyak tanah ± 25 ml diperas dan disaring. Hasil saringan dioleskan pada luka.

Sebagai Biofuel
Baru-baru ini, para peneliti dari Laboratorium Bioteknologi Universitas Thomas Jefferson telah mengidentifikasi beberapa teknik untuk meningkatkan kadar minyak nabati dalam daun tanaman tembakau, hal tersebut merupakan langkah awal dalam memanfaatkan tanaman ini untuk keperluan biofuel. Hasil penelitian mereka ini kemudian dipublikasikan di Jurnal Plant Biotechnology.

 

Sumber: http://www.nangimam.com

Ngawur Jika Tuding Tembakau Biang Kemiskinan

in News/Ragam by
ilustrasi 7

Kretek.co –   Ironi banyak terjadi di negeri ini. Termasuk juga dalam memancang komoditi tembakau. Dari sisi regulasi digencet sana-sini. Promosi diatur ketat. Konsumsi pun tak bisa sembarangan, bahkan terkadang kucing-kucingan. Seakan-akan rokok sudah kategori narkoba.

Padahal, rokok barang legal seperti ditegaskan Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut MK, meski rokok dan tembakau mengandung zat adiktif , tidak tepat  menyandingkan rokok sama dengan narkotika.

Yang sering orang lupa, sumbangan dari industri yang diterima pemerintah tahun lalu saja mencapai Rp150 triliun dalam bentuk cukai dan pajak mengalahkan kontribusi industri migas, properti.

Toh, nada ‘kebencian’ tak kunjung hilang ke produk tembakau. Paling menyakitkan industri, rokok, dianggap sebagai biang kemiskinan.

Stempel biang kemiskinan itu dilekatkan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, hingga Badan Pusat Statistik (BPS). Keduanya kompak menyebut rokok sebagai komoditi pemicu kemiskinan.  PKEKK menyebut, harga rokok murah jadi penyebab kemiskinan.

Adapun BPS menyebut rokok penyumbang kemiskinan nomor dua setelah beras dengan kontribusi sebesar 8,08 persen terhadap garis kemiskinan di perkotaan. Sedangkan di perdesaan kontribusinya 7,68 persen.

Hitungan BPS, penduduk miskin memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Hal itu dihitung berdasarkan pengeluaran kebutuhan minimum yang disetarakan dengan 2.200 kalori per kapita per hari. Data BPS itu seolah menjadi ‘kebenaran mutlak’.

Tak heran, Wakil Presiden ‎Jusuf Kalla turut mengamini. Kata Kalla, rokok membuat masyarakat semakin miskin karena meski harga rokok naik, pendapatan ‘ahli hisap’ tak naik. Sementara duit yang ada tetap dibelikan rokok. Alhasil, ekonominya tak berubah.  “Orang bisa miskin itu kalau tingkat pengeluaran lebih tinggi dari pendapatannya,” kata Kalla, dilansir Tempo.

Benarkah sesimpel itu?
Pelabelan miskin atau tidak miskin sejatinya sensitif dan tidak mudah. Kategori kemiskinan pun punyak banyak versi. Ada kemiskinan absolut, ketika seseorang tak mampu memenuhi kebutuhan minimum agar bisa bertahan hidup.

Ada kemiskinan struktural, sebagai suatu keadaan orang atau sekelompok orang yang tetap miskin atau menjadi miskin karena struktur masyarakatnya yang timpang, yang tidak menguntungkan bagi golongan yang lemah. Ketidaktepatan kebijakan pemerintah juga bisa menyebabkan kemiskinan struktural.  Ada pula kemiskinan kultural dan situasional, yang lebih dikarenakan kondisi atau daerahnya yang membuat seseorang rentan miskin.

Sementara merujuk Undang Undang RI nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai mata pencaharian dan/atau mempunyai sumber tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan dirinya dan/atau keluarganya. Sementara Bank Dunia menggunakan batas kemiskinan dengan penghasilan USD1 per hari per kapita.

Nah, rokok menjadikan seseorang miskin masuk kategori mana? Yang banyak terjadi, kemiskinan itu lebih karena kebijakan. Rakyat tetap miskin karena pemerintah tidak bisa menekan kenaikan harga-harga yang otomatis membuat nilai uang masyarakat makin tak bernilai.

Di  saat yang sama kesempatan kerja tidak bertambah.  Jika seperti ini, mereka yang berada di kelompok rentan miskin bisa dengan mudah masuk ke kategori miskin. Alhasil, penyebab kemiskinan itu kompleks, tidak simpel.

Belum lagi, BPS tidak memerhatikan kemungkinan pola perilaku konsumen. Bukan hal yang aneh, ketika harga naik, konsumen mengurangi jatah belanja, termasuk belanja  rokok. Jika sebelumnya membeli sebungkus, karena harga naik, hanya beli beberapa batang. Atau bukan yang sering terjadi, konsumen malas beli dan lebih doyan minta ke teman. Coba saja cermati. Itulah keragaman masayarakat Indonesia.

Rokok bukan faktor tunggal
Direktur Eksekutif Institute National Development and Financial (Indef) Enny Sri Hartati  sepakat, tidak ada faktor tunggal dari penyebab kemiskinan. Malahan, berlebihan jika kemiskinan itu dilekatkan pada suatu produk, dalam hal ini rokok. Terkesan, ada cuci tangan akibat tidak mampu memberantas kemiskinan.

Faktor penyebab utama dari naiknya angka kemiskinan lebih karena ketidakmampuan pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan formal dan juga banyaknya pemutusan hubungan kerja yang akibat perlambatan ekonomi.

“Jadi, rokok bukan penyebab kemiskinan, bahwa terjadi kenaikan persentasi pengeluaran memang iya sehingga terkesan seolah olah harga rokok tinggi jadi penyebab kemiskinan. Tetapi analisa BPS tidak lengkap,” ujar Enny, saat dihubungi.

Menurutnya, masih tingginya persentase kemiskinan itu lebih karena adanya kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang memang belum bisa dikendalikan oleh pemerintah sehingga mereka yang berada di kelompok rentan miskin bisa dengan mudah masuk ke kategori miskin.

Pengamat intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengingatkan, dalam setiap pembahasan isu tembakau, tidak bisa berdiri sendiri atau mengedepankan kepentingan lembaga sendiri karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Tatkala kita bicara mengenai industri rokok maka kita harus melihatnya secara holistik dan multi aspek. Dalam industri ada entitas yang terdiri dari buruh/pegawainya, sebagai suatu hal yang tak dapat kita abaikan,” kata dia.

Isu-isu tertentu terhadap komoditi tembakau, seharusnya dilihat dengan cara pandang luas supaya tidak berpotensi menimbulkan kerawanan sosial karena ada jutaan buruh, jutaan keluarga yang bergantung ke sektor komoditi tembakau.

“Hal ini tentu dapat memicu kerawanan sosial, sangat mudah menjadi obyek proxy. Kemarahan massa mudah disulut sehingga mengganggu keamanan bahkan pertahanan negara,” tegasnya.

Jadi, jangan mudah bilang tembakau biang kemiskinan .

(*)

ES

 

 

Asing Itu Binatang Jalang, Menentang Kretek Tapi Ekspansi Rokok Putih

in Foto/Ragam by
1 2 3 5
Go to Top

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com